
Dady & Budi, merupakan perusahaan yang bergerak dibidang layanan jasa konsultasi untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM).
A. Visi dan Misi
1. Visi
Menjadi konsultan UMKM yang kredibel dengan mengemban amanah menuju keseimbangan pada aspek ekonomi, social dan ekologi.
2. Misi
Mencapai dan memelihara kestabilan usaha UMKM dan LKM secara ilmiah, amaliah dan amanah demi terciptanya kelangsungan usaha yang berkelanjutan dalam lingkungan bisnis yang terus berubah.
3. Strategi

sumber : db konsultan
· Terpeliharanya kestabilan usaha yang berkelanjutan dengan memetakan potensi ekonomi wilayah unggulan ;
· Meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen usaha ;
· Meningkatkan kapabilitas organisasi, SDM, dan sistem informasi berbasis perubahan ;
· Memperkuat institusi melalui good governance, efektivitas komunikasi dan kerangka hukum ;
· Mengoptimalkan pencapaian dan manfaat inisiatif sebagai konsultan UMKM dan LKM guna meningkatkan nilai perusahaan (klien)
C. Arah Tahun 2010
Menjadi konsultan UMKM dan LKM yang professional melalui peningkatan kompetensi dan kemitraan strategis.
D. Arah Tahun 2015
Menjadi konsultan UMKM dan LKM yang lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, sebagai hasil dari penguatan integritas , peningkatan kemitraan strategis dan optimalisasi kinerja melalui strategi yang efektif dan efisien.
E. Struktur Organisasi
Secara garis besar, gugus tugas dob konsultan dilaksanakan melalui 4 pilar satuan kerja meliputi , unit SDM, Operasi, Pemasaran, Keuangan dan Akuntansi yang kesemuanya bertanggung jawab kepada Direktur Pengelola.

F. Tim Konsultan
Dady Ramdhy, Direktur Pengelola, sarjana ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Depok. Memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang pemasaran perbankan dan investasi antara lain bekerja pada PT. Bank Danamon Indonesia Tbk Jakarta, PT. Bank Artos Indonesia Bandung dan PT. Bank Bumiputera Indonesia Tbk, Jakarta sebagai Marketing Officer UMKM dan Credit Analyst pada Divisi Kredit Komersial & Korporasi. Posisi terakhir sebagai Direktur Investasi pada PT. Prima Energy Resources, sebuah konsultan yang bergerak dibidang Jasa Pertambangan Batubara.
Budi Santoso, Direktur, sarjana ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Depok. Memiliki pengalaman lebih dari 7 tahun dibidang pemasaran, logistic, periklanan, jasa keuangan, jasa pertambangan batubara dan telekomunikasi.
Oscar Ramlan, Direktur, sarjana muda akuntansi dari Akademi Akuntansi Bandung memiliki pengalaman kerja lebih dari 18 tahun pada perusahaan BUMN, PT. Tambang Batubara Bukit Asam, Tbk Tanjung Enim Sumatera Selatan, PT. ROSDA Bandung dan PT. Agung Kagum Jakarta. Memiliki keahlian dibidang Keuangan dan Akuntansi, Logistic, SDM dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
G. Lingkup Pekerjaan
1. Analisis Potensi Ekonomi Wilayah dan Analisis Kelayakan
· Analisis Potensi Ekonomi Wilayah
Kajian ekonomi dilakukan untuk memetakan dimensi-dimensi ekonomi meliputi,
- Demografi dalam 2 tahun terakhir (kabupaten/kotamadya)
- Ekonomi wilayah (kabupaten/kotamadya)
- Perbandingan antara perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten/kotamadya dengan perkembangan PDRB propinsi.
- Pendapatan per kapita, sekurang-kurangnya selama 2 tahun terakhir;
- Sektor ekonomi potensial penyumbang PDRB;
- Jumlah dan pertumbuhan pengusaha kecil (terinci menurut sektor ekonomi)
- Jumlah dan pertumbuhan kelembagaan (Kabupaten/Kotamadya)
- KC/KCP Bank umum ;
- BPR ;
- BRI Unit, termasuk unit layanan mikro dan lembaga sejenis;
- KSP dan lembaga keuangan mikro lainnya, apabila ada
- Data Perbankan (Kabupaten/Kotamadya)
- Jumlah dan pertumbuhan tabungan dan deposito bank umum
- Jumlah dan pertumbuhan tabungan dan deposito BRI Unit
- Jumlah dan pertumbuhan tabungan dan deposito BPR
- Jumlah dan pertumbuhan Kredit Usaha Kecil (KUK) Bank Umum
- Jumlah dan pertumbuhan Kredit BPR
- Jumlah dan pertumbuhan Kupedes untuk BRI Unit Desa dan kredit umum untuk BRI Unit Kota (KCP BRI)
- Data Lembaga Keuangan Mikro (Kabupaten/Kotamadya)
- Jumlah dan pertumbuhan simpanan KSP dan lembaga keuangan mikro
- Jumlah dan pertumbuhan pinjaman KSP dan lembaga keuangan mikro lainnya
Analisis Kelayakan
- Penetapan lokasi
- Status kepemilikan gedung (beli/sewa) ;
- Informasi lokasi strategis (kedekatan dengan pasar, sekolah, pusat industri, pasar, perumahan di wilayah kabupaten/kotamadya.
- Sasaran pasar yg jelas,
- Sumber dana (fokus jumlah dan sasaran penghimpunan dana, misalnya pedagang, pelajar, pegawai) ;
- Penanaman dana (calon penerima dana yang potensial misalnya, kecil, pedagang, buruh, pegawai)
- Proyeksi Keuangan selama 3 tahun (secara bulanan untuk tahun pertama dan secara tahunan untuk dua tahun berikutnya)
- Asumsi : pendapatan, biaya, permodalan *) ;
- Proyeksi arus kas ;
- Proyeksi neraca ;
- Proyeksi laba rugi ;
- Proyeksi NPL (dalam persentase) ;
- Proyeksi BEP ;
- Proyeksi ROA (per posisi) ;
- Proyeksi ROE (per posisi)
- Perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM)
- Jumlah ;
- Kualifikasi (pendidikan, pengalaman kerja di perbankan, range gaji pengurus dan pegawai) ;
- Rencana pengembangan dan pelatihan
2. Perencanaan Jangka Panjang
Perencanaan janka panjang pada dasarnya mencakup sub bab perencanaan yang bersifat hierarkis yaitu,
- Perencanaan Strategis (Strategic Planning)
Strategic Planning adalah suatu proses perencanaan mengenai penentuan arah pengembangan perusahaan dalam jangka panjang, pada umumnya lima tahun ke depan. Ouput utama dari strategic planning yaitu pernyataan tentang visi, misi, tujuan/ sasaran perusahaan dalam jangka panjang.
- Perencanan Bisnis (Business Planning)
Business Planning merupakan tahap lanjutan atau penjabaran dari strategic planning. Business planning ialah proses penyusunan rencana bisnis (business plan) yaitu rencana tentang bisnis apa saja yang akan dikembangkan atau ditingkatkan dalam jangka panjang.
- Manajemen Permintaan (Demand Management)
Potensi permintaan perlu dikelola secara baik, dengan memperhatikan perubahan berbagai faktor lingkungan khususnya perkembangan persaingan , perubahan ekonomi, social budaya masyarakat.
- Perencanaan Pemasaran (Marketing Planning)
Marketing planning (Perencanaan Pemasaran) ialah proses penjabaran bisnis plan ke dalam aspek marketing dangan memperhatikan hasil analisis dari demand management. Analisis pasar mencakup dua entitas pokok yaitu demografik dan geografik. Entitas demografik meliputi kelompok masyarakat atau tipe pelanggan yang akan dijadikan sasaran pemasaran untuk merealisasikan bisiness plan misalnya kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi, kelompok masyarakat industry, kelompok usia dan lain-lain serta membuat perbandingan potensi dan proyeksi pertumbuhan masing-masing kelompok.
- Perencanaan Agregat (Aggregate Planning)
Aggregate planning merupakan langkah berikutnya setelah marketing plan tersusun. Aggregate planning dan marketing planning sering disusun secara simultan dan keduanya disebut sales and operation planning (S & OP). Aggregate planning mengkonversikan antisipasi penjualan dan product group yang dinyatakan dalam business plan dan market plan ke dalam rencana agregat (aggregate plan). Rencana agregat pada umumnya mempunyai rentang waktu satu tahun dengan time bucket satu minggu ke atau satu bulan.
- Perencanaan Sumberdaya (Resource Planning)
Perencanaan sumber daya ditujukan untuk menguji kecukupan kapasitas yang tersedia terhadap kapasitas yang dibutuhkan dalam mendukung rencana agregat.
3. Tehnik dan Analisis Kredit
Memberikan arahan bagi UMKM guna mengetahui area of concern aspek teknis dan analisis kredit agar permohonan fasiltas pinjaman yang diajukan selain layak usaha (feasible) juga bankable. Sedangkan untuk LKM, kami menyediakan format analisis kredit yang informative menurut kaidah yang berlaku bagi pengambilan keputusan (decision maker).
4. Studi Kelayakan Bisnis
Untuk mengetahui prospek suatu investasi proyek di masa yang akan datang diperlukan suatu kajian tentang potensial resiko (potential risk) dan imbal hasil (project return) atas kegiatan usaha yang kan dijalankan sehingga memudahkan investor dalam membuat suatu keputusan bisnis.
5. Credit Scoring
Diperlukan untuk memfasilitasi variable data input guna menghasikan data out dalam proses pengambilan keputusan pejabat kredit LKM.
6. Pendampingan UMKM dan LKM
Faktor yang memiliki peranan penting untuk mencapai usaha yang keberlanjutan terhadap suatu program, diperlukan fungsi pendampingan dalam rangka pemberdayaan dan pengembangan UMKM dan LKM. Pengembangan adalah proses membantu UMKM dan LKM agar dapat memperbaiki lingkup usahanya melalui tindakan-tindakan kolektif demi tercapainya sasaran yang telah ditentukan.

0 comments:
Post a Comment